// Luruh //
Patung pun masih bisa dilihat dan dikagumi oleh orang,
Mereka masih bisa berkomunikasi dengan benda mati.
Yang jauh terasa dekat, yang dekat terasa jauh.
Jiwa yang tertegun melihat langkah kaki berjalan menuju pintu surga,
Apakah aku masih dalam nerakaku?
Mengapa jiwaku tertekan, mengapa hatiku menangis,
Tapi tidak bisa diluapkan.
Amarah memuncak pada kepala dan juga ingin berteriak tapi dayaku tak sampai,
Banyak hal yang memerangi batin dan pikiran saat ini,
Ramai tapi sepi, ramai tapi sia.
Aku bertanya dalam hati dan kepala,
Apakah harus melangkah pergi meninggalkan semua kekuatan ini?
Hilang arah akan kudapatkan ketenangan jiwa dan kurasakan,
Tapi itu tidak cukup untuk bertahan hidup.
Aku lelah dengan sikap yang patah dan semangat yang hilang,
Keramaian adalah simbol menutupi kepedihan hati.
Risau mencekam, hai jiwaku, mengapa engkau tertekan?
//Deasy Moy - 23 juli 2024//balkon keresahan//
DeasylL



Komentar
Posting Komentar