- Penantian-
Aku sedikit cemas, dalam malam. Entah apa yang dipikirkan. Pikiran begitu riweh, seperti benang kusut yang sedang terayun- ayun dalam pikiranku.
Sorotan lampu pun menjadi sedikit buram yang membayang di tutupi dengan mata sembab sisa air mata. Jangan tanya, aku juga tidak mengerti kenapa terjadi. Yang ku tahu, pada tangan terdapat sebuah buku usang, penuh dengan coretan tangan menggunakan pena hitam.
Berniat untuk membaca lagi, tak sadar aku telah menulis perjanjian dengan Sang Tuhanku, pemegang hidupku.
Banyak harapan disana yang tertuang, apakah akan sanggup untuk melewati fase demi fase? Aku bertanya dalam hati? Ia menjawab dalam diam “ Aku masih disini, bersamamu, melewati ini”
Bersabarlah dalam penantian ini :)



Komentar
Posting Komentar